Opera Tuhan

Saya bukan seorang yang pandai merangkai kata-kata. Bukan pula seorang yang hebat yang mampu menciptakan sesuatu baru. Saya hanya orang yang ingin merasakan bagaimana indahnya pertemuan dengan orang yang paling berharga bagi saya.Hingga memimpikannya pun saya sudah cukup bahagia. Saya cukup mengerti bagaimana rasanya kehilangan. Salahkan saya jika ingin bertahan untuknya ya Tuhan? Salahkan saya berharap bisa mengAminkan segala doa yang ia panjatkan pada-Mu? Jika sisa hidup mengharuskan saya berdiri diatas kaki saya sendiri, dalam penjagaanku sendiri ,kuatkan dan yakinkan langkah kecil ini mampu berjalan menuju rahmat-Mu. Izinkan saya memahami keadaannya.palestinian worshiper

Entah begitu hinakah hamba ini? Untuk menyayanginya pun butuh banyak perjuangan? Tidak pantaskah hamba ini? Sebegitu rendahnya kah saya ini?

“Tak akan pernah sampai dihati kita, sosok sempurna yang sangat pantas untuk kita sayang. Kecuali, jika kita mencintai ketidaksempurnaan dengan cara yang sempurna”

-Habibie Afsyah-

Tuhan, Ijinkan ku mencintainya dalam diam 🙂

Iklan

Tentang millaoctaviana

Di belakang pria yang sukses bukanlah seorang wanita, mereka ada disampingnya, bersamanya, bukan dibelakangnya.
Pos ini dipublikasikan di Q-time dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s