BERKACA DIRILAH PADA ORANG SHOLEH

Alkisah, seseorang mendatangi hamba sholih dan bertanya,” Saya ingin mengetahui, apakah saya ini termasuk ahli dunia (yakni mencintai dunia) atau ahli akhirat (mencintai akhirat) ?” Hamba sholih itu menjawab,” Sesungguhnya Allah lebih menyayangi hamba-Nya. Ia tidak menjadikan timbangan seseorang di tangan selain mereka. Timbangan seseorang ada pada dirinya sendiri”. Orang itu berkata,” Bagaimana?” Ia menjawab,” Kerena engkau bisa menipu manusia tetapi tidak bisa menipu dirimu sendiri. Timbanganmu ada pada dirimu. Engkau sendiri yang dapat mengetahui, apakah engkau tergolong ahli dunia atau ahli akhirat”. Orang itu bertanya lagi,” Bagaimana maksudnya?” Orang sholih itu menjawab,” Jika datang padamu seseorang yang memberimu harta dan datang seseorang yang meminta/mengambil sedekah, mana yang lebih membahagiakanmu?

Lelaki itu terdiam, dan hamba sholih itu meneruskan,” Jika engkau lebih bahagia dengan kedatangan orang yg memberimu harta, maka engkau adalah ahli dunia, dan bila kedatangan orang yang meminta sedekah padamu membuatmu bahagia, maka engkau adalah ahli akhirat. Karena sesungguhnya manusia berbahagia dengan sesuatu yang disukainya.

Sesungguhnya yang membawa harta padaku, ia membawakanku dunia, sedangkan yang mengambil sedekah dariku ia membawakan bagiku akhirat.

Jika engkau manusia ahli akhirat, maka jadikanlah kebahagiaaanmu atas sedekah yang diambil darimu lebih banyak daripada yang membawakan untukmu harta.
Terkejut lelaki itu dan berkata,” Subhanallaaah…! Orang sholih itu melanjutkan,” Oleh karena itu, sebagian sholihin bila kedatangan orang yang meminta sedekah kepada mereka, segera menyambutnya dan mengucapkan,” Marhaban, selamat datang orang yang akan membawakan kebaikanku ke akhirat tanpa upah dariku”. Mereka menyambutnya dengan senang bukan kepalang.
Lelaki itu kemudian berkata,” Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un (ungkapannya atas musibah kebodohannya). Orang sholih itu kemudian berkata,” Jangan berputus asa dari rahmat Allah. Pergilah ke jalan orang sholihin. Jika engkau tidak bisa menjadi seperti mereka, berusahalah menyerupainya, karena berusaha menyerupai orang2 mulia adalah kejaya.

Iklan

Tentang millaoctaviana

Di belakang pria yang sukses bukanlah seorang wanita, mereka ada disampingnya, bersamanya, bukan dibelakangnya.
Pos ini dipublikasikan di Tanpa kategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s