Beruntung sekali Allah menyayangiku dengan tidak membiarkanku pacaran sekalipun

​Awalnya sedih saat mendengar seseorang berkata, “Beruntung sekali Allah menyayangiku dengan tidak membiarkanku pacaran sekalipun.”

.

.

Sungguh, kalimat seperti ini benar-benar meremukkan hati si pendosa ini. Adalah aku, yang sebelum Allah memberikan hidayahNya, aku adalah pelaku pacaran. Meski aku berkata hanya “sekali” tetap saja, ya tetap saja. 

Kalimat itu serta merta membuatku merasa hina dan meratapi masa lalu ku yang kelam.

.

Namun kembali Allah menyenangkan hatiku. Bukankah seseorang dinilai akhirnya nanti(?) Sekelam apapun masa lalu ku tapi InsyaAllah Allah masih beri aku kesempatan untuk mengubahnya menjadi cerah.
Kini saat kalian berkata, “Beruntung aku tidak pernah pacaran.”

Maka aku berkata,

.

“Aku sangat beruntung pernah merasakan pacaran. Karena aku menjadi tahu bagaimana sakitnya mencintai makhluk dengan sangat, sementara sangat indah dan membahagiakannya mencintai Allah. .

Beruntung aku pernah pacaran. Aku menjadi tahu begitu kecewanya jika berharap kepada makhluk, sementara berharap pada Allah tidak pernah mengecewakan.
Beruntung aku pernah pacaran. Aku menjadi tahu bahwa yang kulakukan adalah dosa tetapi Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan yang membuatku sangat beruntung adalah, setelah sekian banyak dosa yang kuperbuat, Allah menyayangiku dengan memberikan hidayahNya.”

.

Aku tak bisa mengubah masa lalu ku yang pernah “berpacaran”. Tapi aku bisa mengubah masa depanku dengan berlakJika bilang cinta itu mudah.

Lantas mengapa menikah menjadi sesulit ini.
Jika perasaan itu mudah.

Lantas berjanji setia mengapa menjadi sesulit ini.
Cinta pada akhirnya akan menjadi rumit

Padahal akad hanya beberapa menit.
Jika diajak menikah alasannya berbelit.

Sudahlah sahabat, jika dia bilang cinta mudah tapi pas di ajak giliran menikah berbelit, lebih baik ikhlaskan. 

Siap mengikhlaskan ?
@millaoctaviana

Milla Octaviana menjadi hamba Allah yang sebaik mungkin dan mendapatkan kecintaanNya.

.

Bacaan Quranku tidak semerdu kalian.

Hapalan Quranku juga tidak sebanyak kalian.

.

Pengetahuan agamaku belum sedalam kalian.

Tapi, aku akan berlomba dengan kalian dalam berbuat kebaikan. Kita bertemu di Jannah nanti, okey?😃 .

Iklan

Tentang millaoctaviana

Di belakang pria yang sukses bukanlah seorang wanita, mereka ada disampingnya, bersamanya, bukan dibelakangnya.
Pos ini dipublikasikan di Tanpa kategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s