PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KARIER

A. Perencanaan Karier
1. Pengertian perencanaan karier
Karier adalah semua jabatan/pekerjaan yang dimiliki/dipegang selama kehidupan kerja seseorang. Perencanaan karier adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan seorang karyawan suatu organisasi atau perusahaan sebagai individu meniti proses kenaikan pangkat atau jabatan sesuai persyaratan dan kemampuannya.
Menurut kol. Susilo Martoto, perencanaan karier adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan-kemungkinan seorang karyawan/anggota organisasi sebagai individu meniti proses kenaikan pangkat/jabatan sesuai persyaratan dan kemampuannya.
Keberhasilan karier seseorang dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut:
a. Pendidikan formalnya
b. Pengalaman kerjanya
c. Sikap atasannya
d. Prestasi kerjanya
e. Bobot pekerjaanya
f. Adanya lowongan jabatan
g. Produktifitas kerjanya
2. Ruang lingkup perencanaan karier
Ruang lingkup perencanaan karier mencakup hal-hal sebagai berikut:
a. Perencanaan jenjang jabatan atau pangkat karyawan
Terdapat piramida kepangkatan yang serasi sesuai dengan prinsip rentang kendali (span of control) dalam suatu organisasi/perusahaan karena Semakin tinggi pangkat, semakin terbatas pula jumlah personil yang menduduki kepangkatan tersebut.
Perencanaan jenjang jabatan atau pangkat karyawan perlu memperhatikan faktor-faktor diantaranya: sifat tugas, beban tugas dan tanggung jawab yang dipikul pejabat yang bersangkutan.

b. Perencanaan tujuan-tujuan organisasi/perusahaan.
Tujuan-tujuan organisasi mulai dari tingkat teratas sampai dengan eselon-eselon dibawahnya, akan menentukan jalur karir anggota organisasi bersangkutan. Disinilah kemampuan intelektual maupun kepribadian kepemimpinan akan diuji, untuk dapat meniti karier tersebut.
Tujuan organisasi sangat penting dirumuskan agar setiap anggota organisasi mempunyai tujuan yang jelas terarah. Dari tujuan organisasi akan dapat ditentukan:
1) Besar kecilnya misi organisasi
2) Berat ringannya tugas pekerjaan
3) Spesifikasi pekerjaan yang perlu dirumuskan
4) Jenis kelompok pekerjaan yang perlu disusun
5) Kuantitas dan kualitas personel yang diperlukan
Jenjang karier seseorang akan menunjang kepentingan dan atau tujuan-tujuan organisasi/perusahaan yang telah disiapkan.
Manfaat perencanaan karier adalah:
• Mengembangkan para karyawan yang dapat dipromosikan (potensial)
• Menurunkan perputaran karyawan
• Mengungkap potensi kayawan
• Mendorong pertumbuhan
• Mengurangi penimbunan
• Memuaskan kebutuhan karyawan
• Membantu pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui
3. Penyusunan perencanaan karier
Terdapat empat hal pokok dalam penyusunan perencanaan karier yaitu jabatan pokok, pola jalur karier bertahap, jabatan struktural, dan tenggang waktu jabatan.
a) Jabatan pokok dan jabatan penunjang
Jabatan pokok adalah jabatan yang fungsi dan tugas pokoknya menunjang langsung tercapainya sasaran pokok organisasi/perusahaan. Misalnya dalam dunia pendidikan jabatan pokoknya adalah bidang jabatan yang menangani operasional pendidikan dan pengajaran.
Jabatan penunjang adalah jabatan yang fungsi dan tugas-tugasnya menunjang/membantu tercapainya sasaran pokok organisasi. Jabatan penunjang dalam dunia pendidikan adalah bagian umum dan bagian keuangan.
b) Pola jalur karier bertahap
Pola jalur karir bertahap adalah suatu pola yang menunjukkan urutan berjenjang dan bertahap dari jabatan-jabatan dalamstruktur organisasi yang membentuk karier seseorang. Disini sangat diperhatikan latar belakang pendidikan dan pengalaman tugas dari masing-masing individu.
c) Jabatan struktural
Jabatan struktural adalah jabatan karier, artinya jenjang jabatan yang diperuntukkan bagi mereka yang diarahkan kejenjang lebih tinggi dalam organisasi. Disini sangat diperlukan kematangan psikologis dan kemantapan kemampuan pribadi masing-masing.
d) Tenggang waktu
Masa jabatan seseorang dalam organisasi sebaiknya ditentukan secara tegas dan tepat.
4. Pertimbangan dan perencanaan karier
a. Masa jabatan yang singkat
Jika seseorang memangku jabatan cukup singkat akan mengakibatkan:
1) Mereka belum mengenal dan menghayati pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya
2) Belum terselesainya program kerja yang mungkin sudah ditetapkan
3) Penghayatan pada jabatan sebelumnya belum mendalam,tetapi sudah menyiapkan diri untuk tugas baru
4) Menimbulkan pertanyaan yang tidakmudah untuk dijawab untuk mengetahui penyebabnya.
b. Masa jabatan yang terlalu lama
Masa jabatan yang terlalu lama juga menimbulkan gejala yang tidak sehat, akibat-akibatnya antara lain:
1) Adanya rasa bosan karena kurang bervariasi
2) Sikap pasif dan apatis sehingga menurunnya motivasi dan inisiatif dalam bekerja
3) Kurang munculnya ide-ide baru/kreatifitas karena kurangnya tantangan yang berarti
4) Menimbulkan iklim kerja yang statis
c. Keinginan pindah jabatan
Berbagai penyebab keinginan pindah jabatan antara lain:
1) Seseorang yang terlalu lamamenjebat didaerah terpencil sehingga tidakmudah mengembangkan diri
2) Perasaan kurang tepat pada jabatannya sekarang
3) Merasa bahwa jabatan sekarang sekedar batu loncatan untukmeniti karier lebih lanjut
5. Informasi dan konseling pada perencanaan karier
a. Informasi karier
Adanya informasi/penjelasan yang lengkap tentang perencanaan karier bagi para anggota organisasi/karyawan memudahkan anggota organisasi untuk mengetahui ketentuan, persyaratan, jenjang/arah karier dalam organisasi. Pemberian informasi karier dapat dilakukan melalui ceramah, pidato pengarahan, surat edaran, lokakarya, seminar, social meeting, dan sebagainya.
b. Konseling karier
Menurut T. Hani Handoko, pembimbing karier perlu menyadari bahwa karier merupakan bagian dari rencana hidup seseorang sehingga rencana karier yang ditetapkan seharusnya adalah bagian integral dari rencana hidupnya. Sehingga perlu adanya bimbingan karier untuk penilaian pribadi dalam suatu organisasi. Penilaian pribadi tersebut meliputi minat, bakat, kemampuan, motivasi, semangat, ketrampilan, dan moral seseorang.
6. Manfaat perencanaan karier
Manfaat perencanaan karier dapat dikemukakan sebagai berikut:
a. Mengembangkan karyawan yang dapat dpromosikan. Perencanaan karir dapat membantu suplai karyawan internal terutama karyawan yang potensial.
b. Menurunkan perputaran karyawan (turnover). Perhatian terhadap karir individual dapat meningkatkan loyalitas pada organisasi tempat mereka bekerja.
c. Mengungkap potensi karyawan. Adanya perencanaan karir yang jelas mendorong individu untuk menggali potensi masing-masing untuk mencapai sasaran karir yang diinginkan.
d. Mendorong perubahan. Perencanaan karir yang baik mendorong semangat kerja karyawan dan motivasi kerja dapat dipelihara.
e. Mengurangi penimbunan. Perencanaan karir dapat membantu karyawan yang tidak berkualifikasi untuk maju.
f. Memuaskan kebutuhan karyawan. Perencanaan karir berarti adanya pengakuan dan penghargaan terhadap individu karyawan.
g. Membantu pelaksanaan kegiatan-kegiatan karyawan yang telah disetujui. Perencanaan karier yang efektif dan realistis mendorong para pekerja dapat lebih proaktif dan dapat mengantisipasi setiap masalah dan tantangan secara lebih baik.

B. Pengembangan Karier
1. Pengertian pengembangan karier
Pengembangan karier adalah suatu kondisi yang menunjukkan adanya peningkatan status seseorang dalam suatu orgnisasi pada jalur karier yang telah ditetapkan dalam organisasi yang bersangkutan.
2. Tahap perkembangan karier
Agar tahap perkembangan karier dapat dilakukan secara efektif maka, program karier perlu disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan unik individu dalam berbagai tahap kehidupan dan kariernya.
a. Karier awal
Karir awal/tahap pembentukan, merupakan tahap penekanan pada perhatian untuk memperoleh jaminan terpenuhinya kebutuhan di tahun-tahun awal pekerjaannya.
Hambatan-hambatan dalam karier awal (early career)
 Frustasi dan ketidakpuasan disebabkan harapannya tidak sesuai
 Adanya penyelia yang tidak kompeten
 Intensivitas terhadap aspek politis organisasi
 Kegagalan dalam memantau lingkungan internal dan eksternal
 Mengabaikan kriteria sesungguhnya untuk pengevaluaian kinerja dari karyawan yang baru diangkat/baru memulai berkarier
 Ketegangan antara profesional yang lebih muda dan yang tua serta manajer yang diakibatkan oleh perbedaan pengalaman, kebutuhan dan minat
 Ketidakpastian mengenai batasan loyalitas yang dituntut organisasi.
 Kegelisahan mengenai integritas, komitmen, dan dependensi.
b. Karier pertengahan
Tahap karier pertengahan(middle career) kerap kali meliputi pengalaman baru, seperti penugasan khusus, transfer dan promosi yang lebih tinggi, tawaran dari organisasi lain, kesempatan vasibilitas untuk jenjang organisasi yang lebih tinggi, dan pembentukan nilai seseornag bagi organisasi.
c. Karier akhir
Pemberian pelatihan kepada penerus, penguranagn beban kerja, atau pendelegasian tugas-tugas utama periode karier akhir (late career) adalah agar tetap produktif dan menyiapkan diri untuk pensiun.
3. Pengembangan karier secara individual dan organisasional
a. Pengembangan karier secara individual
Ada enam kegiatan pengembangan karier secara individual yaitu sebagai berikut:
a. Prestasi kerja
Kegiatan paling penting untuk memajukan karier adalah prestasi kerja yang baik, karena hal ini mendasari semua kegiatan pengembangan karier lainnya kemajuan karier sangat tergantungpada prestasi.
b. Exposure
Kemajuan karier juga ditentukan oleh eksposure. Eksposure berarti menjadi dikenal oleh orang-orang yang memutuskan promosi, transfer dan kesempatan-kesempatan karier lainnya. Tanpa eksposure, karyawan yang berprestasi baik mungkin tidak memperoleh kesempatan untuk mencapai sasaran-sasaran kariernya. Para menejer mendapatkan eksposure terutama melalui prestasi, laporan-laporan tertulis, presentasi lisan, kerja panitia, pelayanan masyarakat, dan bahkan lama jam kerja mereka.

c. Permintaan berhenti
Bila seorang karyawan melihat kesempatan karier yang lebih besar di tempat lain, permintaan berhenti mungkin merupakan suatu cara untuk mencapai sasaran-sasaran karier. Banyak karyawan terutama para menejer professional berpindah-pindah perusahaan sebagai strategi karier mereka. Bila hal itu dilakukan secara efektif, mereka biasanya mendapatkan promosi, kenaikan gaji, dan pengalaman baru. permintaan berhenti untuk melanjutkan karier dan pengelaman baru. permintaan berhenti untuk melanjutkan karier diperusahaan lain sering disebut leveraging. Bagai manapun juga, bila teknik ini terlalu sering digunakn akan merugikan karyawan sendiri.
d. Kesetiaan pada organisasional
Dalam banyak organisasi, orang-orang meletakan kemajuan karier tergantung pada kesetian organisasional. Kesetiaan organisasional rendah pada diri para sarjana baru (yang mempunyai pengharapan tinggi, sehingga sering kecewa dengan perusahaan pertama mereka) dan para professional (yang kesetiaan pertamanya adalah pada profesi mereka). Dedikasi jangka panjang terhadap perusahaan yang sama akan menurunkan tingkat perputaran tenaga kerja
e. Mentor dan sponsor
Seorang mentor adalah orang yang menawarkan bimbingan karier informal. Karyawan atau mentor dalam banyak perusahaan menyadari bahwa hubungan diantara merka ada dan berguna bagi pengembangan karier. Bila mentor dapat menominasi karyawan untuk kegiatan-kegiatan pengembangan karier, seperti program-program latihan, transfer, atau promosi maka dia sponsor. Seorang sponsor adalah orang dalam organisasi yang dapat menciptakan kesempatan-kesempatan pengembangan karier bagi orang-orang lain. Sering sponsor karyawan adalah atasan langsung.
f. Kesempatan untuk berkembang
Bila karyawan meningkatkan kemampuan, missal melalui program latihan, pengambilan kursus-kursus atau penambahan gelar, maka berarti mereka memanfaatkan kesempatan untuk tumbuh. Hal ini berguna untuk baik bagi departemen personalia dalam pengembangan sumberdaya manusia internal maupun bagi pencapaian rencana karier karyawan.
b. Pengembangan karier secara organisasional
Pengembangan karier seharusnya memang tidak tergantung pada usaha-usaha individual saja, sebab hal itu kadang kala idak sesuai dengan kepentingan organisasi, untuk memungkinkan sinkronnya dengan kepentingan organisasi, maka pihak bagian yang berwenang untuk itu, yakni departemen personalia, dapat mengatur perkembangan karier para karyawan/ anggota organisasi. Misalnya dengan mengadakan program-program latihan, kursus-kursus pengembangan karier dan sebagainya. Dalam hal ini lebih mantap lagi apabila pihak pimpinan organisasi dapat menyetujui dan merestui program-program departemen personalia tersebut. Sehingga dengan demikian pihak menejemen (pimpinan) selalu ”well-informed” mengenai upaya-upaya karier personalia dalam organisasinya. Proses penyusunan jalur karier dalam sebuah organisasi disebut perencanaan karier organisasional.
Sebagaian besar organisasi mengarahkan program perencanaan karier untuk mencapai satu atau lebih tujuan berikut ini:
a) Pengembangan tenaga berbakat yang tersedia secara lebih efektif
b) Kesempatan penilaian diri bagi karyawan untuk memikirkan jalur-jalur karier tradisional atau karier yang baru
c) Pengembanagn sumber daya manusia yang lebih efisien didalam dan diantara divisi dan atau lokasi geografis
d) Meningkatan kinerja malalui pengalaman on the job training yang diberikan oleh perpindahan karier vertikal dan horisontal
e) Peningkatan loyalitas dan motivasi karyawan menyebabkan merosotnya putaran karyawan
f) Sebuah metode penentuan kebutuhan pelatihan dan pengembangan
a. Pilihan pengembangan karier
Pengembangan karir itu sendiri mempunyai arah atau jalur-jalur serta pilihan yang akan memberikan kepada setiap karyawan untuk mengembangkan karirnya sepanjang arah itu mencerminkan tujuan dan kemapuannya.
Pilihan arah yang ingin dikembangkan merupakan kesempatan yang baik bagi karyawan itu sendiri di manapun dan kapanpun. Pilihan arah atau jalur pengembangan karier meliputi.
1) Enrichment
Yaitu pengembangan dan peningkatan melalui pemberian tugas atau assignment secara khusus, ini merupakan bentuk umum dari pengembangan secara khusus, ini merupakan bentuk umum dari pengembangan karier.
2) Lateral
Yaitu pengembangan kearah samping sesuatu pekerjaan yang lain yang mungkin lebih cocok dengan keterampilannya dan memberi pengalaman yang lebih luas, tentang baru serta memberikan kepercayaan dan kepuasan lebih besar.
3) Vertical
Yaitu pengembangan kearah atas pada posisi yang mempunyai tanggung jawab dan wewenang yang lebih besar di banding keahlian khusus atau keahlian khusus yang baru.
4) Relocation
Yaitu perpindahan secara fisik ke unit organisasi lain atau ke tempat yang dapat melengkapi kesempatan pertumbuhan peningkatan keinginan dan kemampuan karyawan untuk tetap pada pekerjaan yang sama.
5) Exploration
Yaitu menjelajah kearah yang lebih luas lagi kepada pilihan karier di dalam unit organisasi untuk mencari dan mengumpulkan informasi sehingga dapat menjawab pertanyaan dan membuat suatu keputusan tentang potensi karier yang akan di pilih.
6) Realignment
Yaitu pergerakan kearah bawah yang mungkin dapat merfleksikan sesuatu peralihan atau pertukaran prioritas pekerjaan bagi karyawan untuk mengurangi resiko, tanggung jawab, dan stress, menempatkan posisi karyawan tersebut kearah yang lebih tepat yang sekaligus sebagai kesempatan atau peluang yang baru.
Proses dan pengembangan karier yang dikembangkan melalui jalur-jalur seperti di atas merupakan panduan kekuatan dan kepentingan antara perusahaan dengan karyawan berdasarkan nilai-nilai kemitraan yang dapat menumbuhkan pembinaan karyawan berorientasi profesionalisme. Artinya pengembangan karier karyawan tidak semata kearah structural tetapi juga mengembangkan expertise kearah fungsional, dengan demikian posisi fungsional mempunyai peran sebagai equal partner posisi structural.
b. Peranan dan depertemen personalia dalam pengembangan karier
Pengembangan karir seharusnya tidak hanya tergantung pada usaha-usaha individu saja, karena tidak selalu sesuai dengan kepentingan organisasi. Sebagai contoh: karyawan mungkin minta berhenti atau pindah ke perusahaan lain. Atau karyawan bias tidak acuh terhadap kesempatan-kesematan karier mereka dan kebutuhan-kebutuhan staffing organisasi. Untuk mengarahkan pengembangan karier agar menguntungkan organisasi dan karyawan, departemen personalia sering mengadakan program-program latihan dan pengembangan bagi para karyawan. Di samping itu, departemen personalia perlu mengusahakan dukungan manajemen, memberikan umpan balik kepada karyawan dan membangun suatu lingkungan kerja yang kohesif untuk meningkatkan kemampuan dan keinginan karyawan dalam melaksanakan pengembangan karier.
Dukungan manajemen. merupakan berbagai usaha deparemen personalia untuk mendorong pengembangan karier akan mempunyai dampak kecil tanpa dukungan dari para manajer. Komitmen oleh manajemen puncak adalah krusial untuk mendapatkan dukungan para manajer lainnya.
Umpan balik. Tanpa umpan balik tentang upaya pengembangan karier mereka adalah sulit bagi para karyawan untuk eneruskan persiapan bertahun-tahun yang kadang-kadang dibutuhkan untuk mencapai sasaran-sasaran karier. Departemen personalia dapat memberikan umpan balik ini dalam beberapa cara, yaitu: dengan membertahukan kepada para karyawan secara periodic mengenai prestasi kerja mereka. Untuk melaksanakan ini, banyak departemen personalia mengembangkan berbagai prosedur evaluasi. Bila prestasi kerja jelek, umpan balik ini memungkinkan karyawan untuk memperbaiki usaha-usaha atau menyesuaikan rencana pengembangan karier mereka. Tipe umpan balik lain berkaitan denan program kesempatan. Seseorang yang lama tidak dipromosikan akan merasa bahwa pengembangan kariernya tidak berguna. Calon yang tidak berhasil untuk mengisi lowongan pekerjaan internal harus diberitahu mengapa mereka tidak memperoleh kesempatan karier. Umpan balik ini mempunyai tiga tujuan:
a) Untuk menjamin para karyawan yang tidak dipromosikan bahwa mereka masih bernilai dan akan dipertimbangkan untuk promosi-promosi selanjutnya, bila mereka “qualified”.
b) Untuk memperjelas mengapa mereka tidak terpilih
c) Untuk menunjukkan apa kegiatan-kegiatan pengembangan karier yang harus diambil.
Kelompok-kelompok kerja kohesif. Bagi para karyawan yang ingin mencapai suatu karier dalam organisasai, mereka harus merasa bahwa organisasi adalah lingkungan yang memuaskan. Bila mereka akan lebih terarah menuju peningkatan kesempatan-kesempatan karier dalam organisasi.
4. Tujuan pengembangan karier dan analisis karier yang sukses
Dari segi pengembangan karier, ada tiga alternatif dalam perlakuan organisasi terhadap karyawan, yaitu:
a. Organisasi perlu mempertahankan jabatan semula untuk jangka waktu tertentu dengan memeberikan ganjaran yang sesuai
b. Organisasi perlu memudahkan pekerja pada jabatan lain secara horizontal yang lebih relevan dengan peningkatan dan perbaikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dialami pekerja
c. Organisai perlu menginformasikan kepada pekerja secara vertikal untuk mengisi suatu jabatan, yang secara struktural lebih tinggi kedudukannya.

5. Tanggung jawab pengembangan karier
Dalam hal tanggung jawab, pengembangan karier dibedakan menjadi dua pendekatan yaitu:
1) Dengan pendekatan tradisional
• perencanaan pengembangan karier disusun dan ditetapkan oleh organisasi/ perusahaan secara sepihak.
• Pelaksanaan pengembangan karier tergantung sepenuhnya pada organisasi.
• Control hasil pengembangan karier dilakukan secara ketat oleh organisasi
• Pengembangan karier diartikan dan dilaksanakan melalui kegiatan promosi ke jenjang/ posisi yang lebih tinggi.
2) Dengan pendekatan baru
• pengembangan karier harus diterima bukan sekedar berarti promosi ke jabatan/ posisi yang lebih tinggi. Disini, pengembangan karir adalah motivasi untuk maju dalam bekerja diligkungan suatu organisasi
• sukses karier yang dimaksud diatas berarti seorang pekerja mengalami kemajuan dalam bekerja, berupa perasaan puas dalam suatu atau setiap jabatan/ posisi yang dipercaya oleh organisasi. Karena dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.
• Sukses dalam pengembangan karier yang berarti mengalami kemajuan dalam bekerja, adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan/ keahlian, sehingga menjadi lebih berprestasi/ produktif sebagai pekerja yang kompetitif.
• Para pekerja harus menyadari bahwa untuk memperoleh kemajuan dalam bekerja merupakan tanggung jawabnya sendiri. Dengan kata lain, pengembangan karier berada ditangan pekerja masing-masing, yang memerlukan kemampuan mengelola (manajemen) diri sendiri.
Dari dua pendekatan seperti yang telah disebutkan diatas, pedekatan secara traditional memiliki kelemahan:
a) Pengembangan karier berlangsung tidak efektif
b) Perusahaan sulit unggul dalam lingkungan bisnis yang kompetitif.
6. Manajemen pengambangan karier
Setiap pekerja yang merencanakan pengembanagn karier perlu bersikap dan bertindak sebagai berikut:
a. Memilih bidang pekerjaan
b. Memahami dan meneriam kedudukan yang sekarang
c. Merencanakan jalan keluar
Manajemen pengembangan karier berlangsung secara dua arah:
1. Arah pertama harus datang dari para pekerja dengan aktif merencanakan dan melakukan kegiatan ke arah kemajuan dan perkembangan untuk mewujudkan karier yang sukses
2. Arah kedua dalam pengembangan karier harus datang dari organisasi untuk membantu dan memberi peluang bagi pekerja yang potensial dalam mengembangkan karier
Bantuan organisasi dalam pengembagan karier dapat berupa hal-hal sebagai berikut:
a. organisasi harus menempatkan para pekerja sebgai pertner yang harus dibantu sepenuhnya dalam mengembangkan kariernya
b. organisai wajib membantu para pekerja untuk mengetahui kemampuan dan keterampilan untuk melaksanakan pekerjaan
c. organisasi perlu memberikan dorongan kepada para pekerja agar menegelola kariernya sejalan dengan strategi organisasi dan pengembnagannya
d. data yang dimiliki organisasi untuk perencanaan SDM sebagai keputusan masa mendatang dapat dipadankan dengan tujuan pekerja dalam manajemen pengambangan karier
e. organisasi harus memepergunakan data hasil penilaian kerja agar dapat menempatkan pekerja secara tepat untuk jabatan tertentu
f. hubungan kebutuhan pengembnagan karier pekerja secara individu dengan kebutuhan pengambangan kerier organisasi harus sejalan
7. Desain program pengembangan karier
Desain program pengembangan karier ini akan membantu para manajer dalam membuat keputusan yang kreatif mengenai pengembangan karier para pekerja. Untuk itu perlu dibedakan atas tiga fase dalam mendesain program pengembangan karier yang terdiri dari:
1) Fase perencanaan
Fase ini merupakan aktivitas menyelaraskan rancangan pekerja dan rancangan organisasi mengenai pengembangan karir di lingkungannya. Tujuan dari fase ini adalah untuk mengidentifkasi kelebihan dan kekurangan pekerja dalam melaksanakan tugas-tugasnya, dengan demikian dapat dilakukan berbagai usaha untuk membantu para pekerja antara lain:
• bantuan memilih jalus pengembangan karier sesuatu dengan yang tersedia.
• Memperbaiki kekurang atau kelemahan bagi pekerja yang menunjukan kesungguhan dan membutuhkannya untuk mewujudkan karier yang sukses.
2) Fase pengarahan
Fase ini bermaksud untuk membantu para pekerja agar mampu mewujudkan perncanaannya menjadi kenyataan, yakni dengan memantapkan tipe karieryang dinginkannya, dan mengatur langkah-langkah yang harus di tempuh untuk mewujudkannya. Ada dua cara pendekatan yang dapat dilakukan yaitu:
a. pengaranan dengan menyelenggarakan konseling karier.
b. Perbedaan dengan menyelenggarakan playanan informasi yang mencakup kegiatan sebagai berikut:
• sistem pemberitaan pekerjaan sasaran terbuka.
• Pengarahan ini dilakukan dengan memberikan informasi untuk semua pekerja khususnya mengenai pengembangan karier.
• Menyediakan informasi inventarisasikemapuan pekerja, yang dapat dan boleh diketahui oleh masing-masing pekerja.
• Informasi tentang aliran karier berupa chart yang menunjukan kemungkinan arah dan kesempatan yang tersedia di dalam organisasi.
• Selenggarakan pusat sumber pengembangan karier merupakan himpunan bahan-bahan yang berhubungan dengan pekerjaan jabatan, dan lain-lain.
3) Fase pengembangan
Fase ini adalah tenggang waktu yang diperlukan pekerja untuk memenuhi persyaratan yang memungkinkannya melakukan gerak dari suatu posisi ke posisi lain yang menginginkanya. Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:

a. Menyelenggarakan system mentor
Fase ini adalah cara pengembangan dengan menyelenggarakan hubungan antara pekerja senior dan yunior sebagai kolega (teman kerja). Pekerja senior bertindak sebagai mentor yang bertugas memberikan advis, keteladanan, membantu dan mengatur dalam menghubungi pejabat untuk mendapatkan informasi informasi, dan memberikan dukungan secara umum, dalam usaha pekerja yunior mengembangkan karier.
b. Pelatihan
Pelatihan dalam rangka pengembangan karier bagi para pekerja sangat luas ruang cakupnya, tidak sekedar yang diselenggarakan secara lembaga dan formal di kelas, laboratorium, dll.
c. Rotasi jabatan
Rotasi jabatan dilakukan dengan cara menugaskan pekerja untuk berbagi janatan melalui proses pemindahan secara horizontal.

d. Program beasisiwa/ ikatan dinas
Organisasi atau perusahaan dalam menghadapi lingkungan bisnis yang dapat berubah secara cepat dan semakin kompetitif, setiap saat dan juga dimasa mendatang memerlukan sejumlah pekerja yang mampu mengantisipasinya. Kebutuhan itu dapat di atasi dengan menyediakan beasisiwa/ikatan dinas bagi para pekerja sebagai pendukung upayanya dalam meningkatkan pendidikan di luar organisasinya.
8. Karier ganda
Menghindari karier ganda diperlukan manajemen sebagai berikut:
a. Diselenggarakannya jadwal kerja yang fleksibel agar karier ganda dilakukan pada waktu yang berbeda
b. Adanya programkonseling dalam keluarga yang bekerja untukmenghindari tanggung jawab pekerjaan oleh kedua pihak yang dapat erugikan organisasi
c. Menyelenggarakan pelatihan supervisor untuk melakukan konseling

d. Menetapkan struktur organisasi yang menunjang dan mempermudah pemindahan pekerja untukmenghindarikarier ganda
Kebijakan yang ditempuh organisasi untuk menyelesaikan masalah karier ganda:
a) Tidak memperkerjakan suami istri dalam satu organisasi
b) Jika suami dan istri sama pentingnya,maka dapat ditempatkan pada kantor yang berbeda
c) Tidak mengangkat suami-istri sebagai supervisor untuk menghindari pembagian insentif yang tidak obyektif
9. Manfaat pengembangan karier
Pengembangan karier pada dasarnya memiliki manfaat yang hampir sama dengan apa yang dikemukakan di atas, namun manfaat pengembangan ini ada kekhususan karena sudah menyangkut kegiatan pendidikan dan latihan.
Manfaat tersebut adalah sebagai berikut:
a) Meningkatkan kemampuan karyawan
Dengan pengembangan karier melalui pendidikan dan latihan, akan lebih meningkat kemampuan intelektual maupun ketrampilan karyawan yang dapat disumbangkan kepada organisasi.
b) Meningkatnya suplay karyawan yang berkemampuan
Jumlah karyawan yang lebih tinggi kemampuannya dari sebelumnya akan menjadi bertambah, sehingga memudahkan pihak pimpinan untuk menempatkan dalam job atau pekerjaan yang lebih tepat. Dengan demikian suplay karyawan yang berkemampuan bertambah dan jelas akan dapat menguntungkan organisasi.
10. Perubahan paradigma dalam pengembangan karier
Dalam pengembangan karier yang dilakukan karyawan adalah mengikuti pelatihan yang diberikan, menunggu kesempatan kenaikan jabatan, dan mengikuti ketentuan organisasi untuk menduduki jabatan yang ditawarkan. Pengembangan karier yang bersifat vertikal, dimungkinkan karena bentuk organisasi yang bersifat birokratis.
Tantangan eksternal seperti globalisasi, persaingan, kemajuan, teknologi dan tuntunan pelanggan mendorong suatu organisasi untuk berubah. Organisasi melakukan rekonstruksi, perampingan organisasi, desentralisasi, pemanfaatan IT untuk menanggulangi masalah situasi ekonomi dan persaingan yang tajam.
Dengan memberikan dukungan terhadap perencanaan dan pengembnagan karier, manajer sumber daya manusia dapat memperoleh sejumlah keuntungan seperti berikut ini:
1) Menyatukan strategi dengan permintaan stafing internal
2) Mengembnagkan pekerja sedemikian rupa sehingga dapat dipromosikan
3) Memfasilitasi penempatan pekerja
4) Membantu menciptakan keragaman pekerjaan
5) Memperkecil perpindahan
6) Memperoleh pekerja yang berpotensi
7) Memajukan pertumbuhan individu
8) Mengurangi kesalahan dalam penempatan
9) Memuaskan kebutuhan individu
10) Membantu rencana tindakan afirmatif
BAB III PENUTUP

Perencanaan karier adalah suatu perencanaan tentang kemungkinan-kemungkinan seorang karyawan/anggota organisasi sebagai individu meniti proses kenaikan pangkat/jabatan sesuai persyaratan dan kemampuannya.
Karier meripakan suatu yang harus diwujudkan dan terus dikejar bagi diri karyawan, dan keadaan karier macet harus dihindarkan. Untuk itu manejmen harus secara bersungguh-sungguh memperhatikan dan memperlakukan karyawan dengan menghargai potensi prestasinya.
Penggunaan arah dan jalur proses dan pengembangan karier sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan antara karyawan dengan perusahaan kearah saling menguntungkan.
Proses dan pengembangan karier harus dapat memberikan kepastian kepada karyawan lebih transparan dan terjamin serta dapat menumbuhkan dan mengembangkan semua kemampuan, intelektual, wawasasan, motivasi, dan dedikasi karyawan pada posisi pekerjaan yang diemban.
Lewat proses dan pengembangan karier tersebut dapat diupayakan pembinaan karyawan kearah ”the right on the right place”
DAFTAR PUSTAKA

Jusuf irianto, 2001. tema-tema pokok manajemen sumber daya manusia, surabaya: insan cendekia.
Handoko, T Hani. 1996. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Martoyo, Susilo. 1996. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi 3. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Mangkuprawira. sjafri. 2003. Manajemen Sumberdaya Manusia Strategik. Jakarta: PT. Ghalia Indonesia
Nawawi, H. Hadari. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Bisnis yang Kompetitif. Yogyakarta: Gadja Mada Universitas Press.
Soetjipto, budi W dkk. 2002. Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit Amara Books

Iklan
Dipublikasi di Tanpa kategori | Meninggalkan komentar

PERAN, FUNGSI DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN

DESKRIPSI SINGKAT

Pada bab ini akan dibahas tentang peran bidan meliputi peran bidan sebagai pelaksana yang terdiri dari 3 kategori yaitu tugas mandiri, tugas kolaborasi dan tugas ketergantungan, peran bidan sebagai pengelola yang memiliki 2 tugas yaitu Mengembangkan Pelayanan Dasar Kesehatan dan Berpartisipasi Dalam Tim, peran bidan sebagai pendidik yang memiliki 2 tugas yaitu Memberi Pendidikan dan Penyuluhan Kesehatan Pada Klien serta Melatih dan Membimbing Kader dan peran bidan sebagai peneliti serta fungsi bidan yang meliputi fungsi bidan sebagai pelaksana, fungsi bidan sebagai pengelola, fungsi bidan sebagai pendidik dan fungsi bidan sebagai peneliti serta tanggung jawab bidan dalam masyarakat yang meliputi Tanggung Jawab Terhadap Peraturan Perundang-Undangan, Tanggung jawab terhadap pengembangan kompetensi, Tanggung jawab terhadap penyimpanan catatan kebidanan dan Tanggung jawab terhadap keluarga yang dilayani.

SASARAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bab ini peserta didik akan dapat menjelaskan tentang peran bidan meliputi peran bidan sebagai pelaksana, peran bidan sebagai pengelola, peran bidan sebagai pendidik dan peran bidan sebagai peneliti serta fungsi bidan yang meliputi fungsi bidan sebagai pelaksana, fungsi bidan sebagai pengelola, fungsi bidan sebagai pendidik dan fungsi bidan sebagai peneliti serta tanggung jawab bidan dalam masyarakat.

PENDAHULUAN

Bidan muncul sebagai wanita terpercaya dalam mendampingi dan menolong ibu melahirkan. Peran bidan dimasyarakat sangat dihargai dan dihormati karena tugasnya sangat mulia, memberi semangat, membesarkan hati dan mendampingi, serta menolong ibu melahirkan dapat merawat bayinya dengan baik. Sebagai seorang bidan janganlah memilih-milih klien miskin atau kayak arena tugas seorang bidan adalah membantu ibu, bukan mengejar materi. Pasien wajib memberikan hak kepada ibu bidan yang telah menolong persalinan ibu melahirkan.

Bidan bekerja sama dengan wanita dalam memelihara dan meningkatkan kesehatan bagi dirinya dan keluarganya dengan menghargai martabat manusia dan memperlakukan wanita sebagai manusia seutuhnya. Setelah melihat besarnya tanggung jawab yang diemban bidan dalam melaksanakan tugas pelayanannya, maka kita perlu mengetahui bagaimana peran dan fungsi bidan dalam kesehatan masyarakat.

 

PERAN BIDAN

Dalam melaksanakan profesinya bidan memiliki peran sebagai pelaksana, pengelola, pendidik dan peneliti.

Peran Sebagai Pelaksana

Sebagai pelaksana, bidan memiliki tiga kategori tugas yaitu tugas mandiri, tugas kolaborasi dan tugas ketergantungan

 

Tugas Mandiri

Tugas-tugas mandiri bidan yaitu :

  1. Menetapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan yang diberikan, mencakup :
  2. Mengkaji status kesehatan untuk memenuhi kebutuhan asuhan klien
  3. Menentukan diagnosis
  4. Menyusun rencana tindakan sesuai dengan masalah yang dihadapi
  5. Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana yang telah disusun
  6. Mengevaluasi tindakan yang telah diberikan
  7. Membuat rencana tindak lanjut kegiatan/tindakan
  8. Membuat pencatatan dan pelaporan kegiatan/tindakan.
  9. Memberi pelayanan dasar pranikah pada anak remaja dan wanita dengan melibatkan mereka sebagai klien, mencakup :
  10. Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan anak remaja dan wanita dalam masa pranikah
  11. Menentukan diagnosis dan kebutuhan pelayanan dasar
  12. Menyusun rencana tindakan/layanan sebagai prioritas mendasar bersama klien
  13. Melaksanakan tindakan/layanan sesuai dengan rencana
  14. Mengevaluasi hasil tindakan/layanan yang telah diberikan bersama klien
  15. Membuat rencana tindak lanjut tindakan/layanan bersama klien
  16. Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan
  17. Memberi asuhan kebidanan kepada klien selama kehamilan normal, mencakup :
  18. Mengkaji status kesehatan klien yang dalam keadaan hamil
  19. Menentukan diagnosis kebidanan dan kebutuhan kesehatan klien
  20. Menyusun rencana asuhan kebidanan bersama klien sesuai dengan prioritas masalah
  21. Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah disusun
  22. Mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan bersama klien
  23. Membuat rencana tindak lanjut asuhan yang telah diberikan bersama klien
  24. Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien
  25. Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan yang telah diberikan
  26. Memberi asuhan kebidanan kepada klien dalam masa persalinan dengan melibatkan klien/keluarga, mencakup :
  27. Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada klien dalam masa persalinan
  28. Menentukan diagnosis dan kebutuhan asuhan kebidanan dalam masa persalinan
  29. Menyusun rencana asuhan kebidanan bersama klien sesuai dengan prioritas masalah
  30. Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah disusun
  31. Mengevaluasi asuhan yang telah diberikan bersama klien
  32. Membuat rencana tindakan pada ibu selama masa persalinan sesuai dengan prioritas
  33. Membuat asuhan kebidanan
  34. Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir, mencakup :
  35. Mengkaji status kesehatan bayi baru lahir dengan melibatkan keluarga
  36. Menentukan diagnosis dan kebutuhan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir
  37. Menyusun rencana asuhan kebidanan sesuai prioritas
  38. Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana yang telah dibuat
  39. Mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan
  40. Membuat rencana tindak lanjut
  41. Membuat rencana pencatatan dan pelaporan asuhan yang telah diberikan.
  42. Memberi asuhan kebidanan pada klien dalam masa nifas dengan melibatkan klien/keluarga, mencakup :
  43. Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas
  44. Menentukan diagnosis dan kebutuhan asuhan kebidanan pada masa nifas
  45. Menyusun rencana asuhan kebidanan berdasarkan prioritas masalah
  46. Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana
  47. Mengevaluasi bersama klien asuhan kebidanan yang telah diberikan
  48. Membuat rencana tindak lanjut asuhan kebidanan bersama klien
  49. Memberi asuhan kebidanan pada wanita usia subur yang membutuhkan pelayanan keluarga berencana, mencakup :
  50. Mengkaji kebutuhan pelayanan keluarga berencana pada PUS (pasangan usia subur)
  51. Menentukan diagnosis dan kebutuhan pelayanan
  52. Menyusun rencana pelayanan KB sesuai prioritas masalah bersama klien
  53. Melaksanakan asuhan sesuai dengan rencana yang telah dibuat
  54. Mengevaluasi asuhan kebidanan yang telah diberikan
  55. Membuat rencana tindak lanjut pelayanan bersama klien
  56. Membuat pencatatan dan pelaporan
  57. Memberi asuhan kebidanan pada wanita dengan gangguan sistem reproduksi dan wanita dalam masa klimakterium serta menopause, mencakup :
  58. Mengkaji status kesehatan dan kebutuhan asuhan klien
  59. Menentukan diagnosis, prognosis, prioritas, dan kebutuhan asuhan
  60. Menyusun rencana asuhan sesuai prioritas masalah bersama klien
  61. Melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan rencana
  62. Mengevaluasi bersama klien hasil asuhan kebidanan yang telah diberikan
  63. Membuat rencana tindak lanjut bersama klien
  64. Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan kebidanan.
  65. Memberi asuhan kebidanan pada bayi dan balita dengan melibatkan keluarga, mencakup :
  66. Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan sesuai dengan tumbuh kembang bayi/balita
  67. Menentukan diagnosis dan prioritas masalah
  68. Menyusun rencana asuhan sesuai dengan rencana
  69. Melaksanakan asuhan sesuai dengan prioritas masalah
  70. Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan yang telah diberikan
  71. Membuat rencana tindak lanjut
  72. Membuat pencatatan dan pelaporan asuhan.

Tugas Kolaborasi

Tugas-tugas kolaborasi (kerja sama) bidan, yaitu :

  1. Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai fungsi kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga, mencakup :
  2. Mengkaji masalah yang berkaitan dengan komplikasi dan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
  3. Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
  4. Merencanakan tindakan sesuai dengan prioritas kegawatdaruratan dan hasil kolaborasi serta bekerja sama dengan klien
  5. Melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana dan dengan melibatkan klien
  6. Mengevaluasi hasil tindakan yang telah diberikan
  7. Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien
  8. Membuat pencatatan dan pelaporan
  9. Memberi asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi, mencakup :
  10. Mengkaji kebutuhan asuhan pada kasus resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
  11. Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas sesuai dengan factor resiko serta keadaan kegawatdaruratan pada kasus resiko tinggi
  12. Menyusun rencana asuhan dan tindakan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  13. Melaksanakan asuhan kebidanan pada kasus ibu hamil dengan resiko tinggi dan memberi pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  14. Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama
  15. Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien
  16. Membuat pencatatan dan pelaporan
  17. Memberi asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi serta keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi dengan melibatkan klien dan keluarga, mencakup :
  18. Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
  19. Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas sesuai dengan factor resiko dan keadaan kegawatdaruratan
  20. Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  21. Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan memberi pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  22. Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama pada ibu hamil dengan resiko tinggi
  23. Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien
  24. Membuat pencatatan dan pelaporan
  25. Memberi asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi serta pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga, mencakup :
  26. Mengkaji kebutuhan asuhan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
  27. Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas sesuai dengan factor resiko serta keadaan kegawatdaruratan
  28. Menyusun rencana asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  29. Melaksanakan asuhan kebidanan dengan resiko tinggi dan memberi pertolongan pertama sesuai dengan rencana.
  30. Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama
  31. Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien
  32. Membuat pencatatan dan pelaporan
  33. Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga, mencakup :
  34. Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
  35. Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas sesuai dengan factor resiko serta keadaan kegawatdaruratan
  36. Menyusun rencana asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan memerlukan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  37. Melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  38. Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama
  39. Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien
  40. Membuat pencatatan dan pelaporan
  41. Memberi asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi serta pertolongan pertama dalam keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi bersama klien dan keluarga, mencakup :
  42. Mengkaji kebutuhan asuhan pada balita dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatdaruratan yang memerlukan tindakan kolaborasi
  43. Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas sesuai dengan factor resiko serta keadaan kegawatdaruratan
  44. Menyusun rencana asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi dan memerlukan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  45. Melaksanakan asuhan kebidanan pada balita dengan resiko tinggi dan pertolongan pertama sesuai dengan prioritas.
  46. Mengevaluasi hasil asuhan kebidanan dan pertolongan pertama
  47. Menyusun rencana tindak lanjut bersama klien
  48. Membuat pencatatan dan pelaporan

Tugas Ketergantungan

Tugas-tugas ketergantungan (merujuk) bidan, yaitu :

  1. Menerapkan manajemen kebidanan pada setiap asuhan kebidanan sesuai dengan fungsi keterlibatan klien dan keluarga, mencakup :
  2. Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan yang memerlukan tindakan diluar lingkup kewenangan bidan dan memerlukan rujukan
  3. Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas serta sumber-sumber dan fasilitas untuk kebutuhan intervensi lebih lanjut bersama klien/keluarga
  4. Merujuk klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut kepada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang dengan dokumentasi yang lengkap
  5. Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi
  6. Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada kasus kehamilan dengan resiko tinggi serta kegawatdaruratan, mencakup :
  7. Mengkaji kebutuhan asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan
  8. Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas
  9. Memberi pertologan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan
  10. Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan
  11. Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut pada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang
  12. Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi
  13. Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi serta rujukan pada masa persalinan dengan penyulit tertentu dengan melibatkan klien dan keluarga, mencakup :
  14. Mengkaji adanya penyulit dan kondisi kegawatdaruratan pada ibu dalam persalinan yang memerlukan konsultasi dan rujukan
  15. Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas
  16. Memberi pertologan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan
  17. Merujuk klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut kepada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang
  18. Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi
  19. Memberi asuhan kebidanan melalui konsultasi dan rujukan pada ibu dalam masa nifas yang disertai penyulit tertentu dan kegawatdaruratan dengan melibatkan klien dan keluarga, mencakup :
  20. Mengkaji adanya penyulit dan kondisi kegawatdaruratan pada ibu dalam nifas yang memerlukan konsultasi dan rujukan
  21. Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas
  22. Memberi pertologan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan
  23. Mengirim klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut kepada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang
  24. Membuat pencatatan dan pelaporan serta mendokumentasikan seluruh kejadian dan intervensi
  25. Memberi asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi serta rujukan dengan melibatkan keluarga, mencakup :
  26. Mengkaji adanya penyulit dan kondisi kegawatdaruratan pada bayi baru lahir yang memerlukan konsultasi serta rujukan
  27. Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas
  28. Memberi pertologan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan
  29. Merujuk klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut kepada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang
  30. Membuat pencatatan dan pelaporan serta dokumentasi
  31. Memberi asuhan kebidanan kepada anak balita dengan kelainan tertentu dan kegawatdaruratan yang memerlukan konsultasi serta rujukan dengan melibatkan klien/keluarga, mencakup :
  32. Mengkaji adanya penyulit dan kegawatdaruratan pada balita yang memerlukan konsultasi serta rujukan
  33. Menentukan diagnosis, prognosis, dan prioritas
  34. Memberi pertologan pertama pada kasus yang memerlukan rujukan
  35. Merujuk klien untuk keperluan intervensi lebih lanjut kepada petugas/institusi pelayanan kesehatan yang berwenang
  36. Membuat pencatatan dan pelaporan serta dokumentasi

 

Peran Sebagai Pengelola

Sebagai pengelola bidan memiliki 2 tugas, yaitu tugas pengembangan pelayanan dasar kesehatan dan tugas partisipasi dalam tim.

Mengembangkan Pelayanan Dasar Kesehatan

Bidan bertugas mengembangkan pelayanan dasar kesehatan, terutama pelayanan kebidanan untuk individu, keluarga, kelompok khusus, dan masyarakat diwilayah kerja dengan melibatkan masyarakat/klien, mencakup :

  1. Mengkaji kebutuhan terutama yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak untuk meningkatkan serta mengembangkan program pelayanan kesehatan diwilayah kerjanya bersama tim kesehatan dan pemuka masyarakat.
  2. Menyusun rencana kerja sesuai dengan hasil pengkajian bersama masyarakat
  3. Mengelola kegiatan-kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak serta keluaga berencana (KB) sesuai dengan rencana.
  4. Mengoordinir, mengawasi, dan membimbing kader, dukun atau petugas kesehatan lain dalam melaksanakan program/kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta KB
  5. Mengembangkan strategi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat khususnya kesehatan ibu dan anak serta KB, termasuk pemanfaatan sumber-sumber yang ada pada program dan sektor terkait
  6. Menggerakkan dan mengembangkan kemampuan masyarakat serta memelihara kesehatannya dengan memanfaatkan potensi-potensi yang ada.
  7. Mempertahankan, meningkatkan mutu dan keamanan praktik professional melalui pendidikan, pelatihan, magang, serta kegiatan-kegiatan dalam kelompok profesi
  8. Mendokumentasikan seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan

 

Berpartisipasi Dalam Tim

Bidan berpartisipasi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan sektor lain diwilayah kerjanya melalui peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesehatan, serta tenaga kesehatan lain yang berada di bawah bimbingan dalam wilayah kerjanya, mencakup :

  1. Bekerja sama dengan puskesmas, institusi lain sebagai anggota tim dalam memberi asuhan kepada klien dalam bentuk konsultasi rujukan dan tindak lanjut
  2. Membina hubungan baik dengan dukun bayi dan kader kesehatan atau petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) dan masyarakat
  3. Melaksanakan pelatihan serta membimbing dukun bayi, kader dan petugas kesehatan lain
  4. Memberi asuhan kepada klien rujukan dari dukun bayi
  5. Membina kegiatan-kegiatan yang ada dimasyarakat, yang berkaitan dengan kesehatan

 

Peran Sebagai Pendidik

Sebagai pendidik bidan memiliki 2 tugas yaitu sebagai pendidik dan penyuluh kesehatan bagi klien serta pelatih dan pembimbing kader

 

Memberi Pendidikan dan Penyuluhan Kesehatan Pada Klien

Bidan memberi pendidikan dan penyuluhan kesehatan kepada klien (individu, keluarga, kelompok, serta masyarakat) tentang penanggulangan masalah kesehatan khususnya yang berhubungan dengan kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana, mencakup :

  1. Mengkaji kebutuhan pendidikan dan penyuluhan kesehatan khususnya dalam bidang kesehatan ibu, anak, keluarga berencana bersama klien
  2. Menyusun rencana penyuluhan kesehatan sesuai dengan kebutuhan yang telah dikaji baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang bersama klien
  3. Menyiapkan alat serta materi pendidikan dan penyuluhan sesuai dengan rencana yang telah disusun
  4. Melaksanakan program/rencana pendidikan dan penyuluhan kesehatan sesuai dengan rencana jangka pendek serta jangka panjang dengan melibatkan unsur-unsur terkait termasuk klien
  5. Mengevaluasi hasil pendidikan/penyuluhan kesehatan bersama klien dan menggunakannya untuk memperbaiki serta meningkatkan program dimasa yang akan dating
  6. Mendokumentasikan semua kegiatan dan hasil pendidikan/penyuluhan kesehatan secara lengkap secara sistematis

Melatih dan Membimbing Kader

Bidan melatih dan membimbing kader, peserta didik kebidanan dan keperawatan serta membina dukun diwilayah atau tempat kerjanya, mencakup:

  1. Mengkaji kebutuhan pelatihan dan bimbingan bagi kader, dukun bayi serta peserta didik
  2. Menyusun rencana pelatihan dan bimbingan sesuai dengan hasil pengkajian
  3. Menyiapkan alat bantu mengajar (audio visual aids, AVA) dan bahan untuk keperluan pelatihan dan bimbingan sesuai dengan rencana yang telah disusun
  4. Melaksanakan pelatihan untuk dukun bayi dan kader sesuai dengan rencana yang telah disusun dengan melibatkan unsur-unsur terkait
  5. Membimbing peserta didik kebidanan dan keperawatan dalam lingkup kerjanya
  6. Menilai hasil pelatihan dan bimbingan yang telah diberikan
  7. Menggunakan hasil evaluasi untuk meningkatkan program bimbingan
  8. Mendokumentasikan semua kegiatan termasuk hasil evaluasi pelatihan serta bimbingan secara sistematis dan lengkap.

 

Peran Sebagai Peneliti/Investigator

Bidan melakukan investigasi atau penelitian terapan dalam bidang kesehatan baik secara mandiri maupun berkelompok, mencakup :

  1. Mengidentifikasi kebutuhan investigasi yang akan dilakukan
  2. Menyusun rencana kerja pelatihan
  3. Melaksanakan investigasi sesuai dengan rencana
  4. Mengolah dan menginterpretasikan data hasil investigasi
  5. Menyusun laporan hasil investigasi dan tindak lanjut
  6. Memanfaatkan hasil investigasi untuk meningkatkan dan mengembangkan program kerja atau pelayanan kesehatan.

 

 

 

 

FUNGSI BIDAN

Berdasarkan peran bidan seperti yang dikemukakan diatas, maka fungsi bidan adalah sebagai berikut :

 

Fungsi Pelaksana

Fungsi bidan sebagai pelaksana, mencakup :

  1. Melakukan bimbingan dan penyuluhan kepada individu, keluarga serta masyarakat (khususnya kaum remaja) pada masa praperkawinan.
  2. Melakukan asuhan kebidanan untuk proses kehamilan normal, kehamilan dengan kasus patologis tertentu dan kehamilan dengan resiko tinggi
  3. Menolong persalinan normal dan kasus persalinan patologis tertentu
  4. Merawat bayi segera setelah lahir normal dan bayi dengan resiko tinggi
  5. Melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas
  6. Memelihara kesehatan ibu dalam masa menyusui
  7. Melakukan pelayanan kesehatan pada anak balita dan prasekolah
  8. Memberi pelayanan keluarga berencana sesuai dengan wewenangnya
  9. Memberi bimbingan dan pelayanan kesehatan untuk kasus gangguan system reproduksi, termasuk wanita pada masa klimakterium internal dan menopause sesuai dengan wewenangnya.

 

Fungsi Pengelola

Fungsi bidan sebagai pengelola mencakup :

  1. Mengembangkan konsep kegiatan pelayanan kebidanan bagi individu, keluarga, kelompok masyarakat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat yang didukung oleh partisipasi masyarakat
  2. Menyusun rencana pelaksanaan pelayanan kebidanan dilingkungan unit kerjanya
  3. Memimpin koordinasi kegiatan pelayanan kebidanan
  4. Melakukan kerja sama serta komunikasi inter dan antar sector yang terkait dengan pelayanan kebidanan
  5. Memimpin evaluasi hasil kegiatan tim atau unit pelayanan kebidanan

Fungsi Pendidik

Fungsi bidan sebagai pendidik mencakup :

  1. Memberi penyuluhan kepada individu, keluarga dan kelompok masyarakat terkait dengan pelayanan kebidanan dalam lingkup kesehatan serta keluarga berencana
  2. Membimbing dan melatih dukun bayi serta kader kesehatan sesuai dengan bidang tanggung jawab bidan
  3. Memberi bimbingan kepada para peserta didik bidan dalam kegiatan praktik di klinik dan di masyarakat
  4. Mendidik peserta didik bidan atau tenaga kesehatan lainnya sesuai dengan bidang keahliannya

 

Fungsi Peneliti

Fungsi bidan sebagai peneliti mencakup :

  1. Melakukan evaluasi, pengkajian, survey, dan penelitian yang dilakukan sendiri atau berkelompok dalam lingkup pelayanan kebidanan
  2. Melakukan penelitian kesehatan keluarga dan keluarga berencana

 

TANGGUNG JAWAB BIDAN

Sebagai tenaga professional, bidan memikul tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya. Seorang bidan harus dapat mempertahankan tanggung jawabnya bila terjadi gugatan terhadap tindakan yang dilakukannya.

 

Tanggung Jawab Terhadap Peraturan Perundang-Undangan

Bidan adalah salah satu tenaga kesehatan. Pengaturan tenaga kesehatan ditetapkan di dalam undang-undang dan peraturan pemerintah. Tugas dan kewenangan bidan serta ketentuan yang berkaitan dengan kegiatan praktik bidan diatur didalam peraturan atau kepuasan menteri kesehatan.

Kegiatan praktik bidan dikontrak oleh peraturan tersebut. Bidan harus dapat mempertanggungjawabkan tugas dan kegiatan yang dilakukannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tanggung jawab terhadap pengembangan kompetensi

Setiap bidan memiliki tanggung jawab memelihara kemempuan profesionalnya. Oleh karena itu bidan harus selalu meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya dengan mengikuti pelatihan, pendidikan berkelanjutan, seminar, serta pertemuan ilmiah lainnya.

Tanggung jawab terhadap penyimpanan catatan kebidanan

Setiap bidan diharuskan mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk catatan tertulis. Catatan bidan mengenai pasien yang dilayaninya dapat dipertanggungjawabkan bila terjadi gugatan.catatan yang dilakukan bidan dapat digunakan sebagai bahan lporan untuk disampaikan kepada atasannya.

Tanggung jawab terhadap keluarga yang dilayani

Bidan memiliki kewajiban memberi asuhan kepada ibu dan anak yang meminta pertolongan kepadanya. Ibu dan anak merupakan bagian dari keluarga. Oleh karena itu, kegiatan bidan sangat erat kegiatannya dengan keluarga.tanggung jawab bidan tidak hanya pada kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menyangkut kesehatan keluarga.

RANGKUMAN

Bidan merupakan sahabat wanita dimana bidan mempunyai banyak peranan penting dalam melaksanakan tugasnya didalam masyarakat. Bidan mempunyai berbagai peran dalam memberikan asuhan kepada masyarakat diantaranya peran bidan sebagai pelaksana, peran bidan sebagai pengelola, peran bidan sebagai pendidik dan peran bidan sebagai peneliti. Selain itu, bidan juga mempunyai fungsi dalam menjalankan tugasnya yang meliputi fungsi bidan sebagai pelaksana, fungsi bidan sebagai pengelola, fungsi bidan sebagai pendidik dan fungsi bidan sebagai peneliti. Bidan juga mempertanggung jawabkan banyak hal dalam memberikan asuhan dan bertindak sesuai dengan wewenangnya.

LATIHAN SOAL :

  1. Jelaskan peran bidan didalam masyarakat berdasarkan peran bidan sebagai :
  2. Pelaksana
  3. Pengelola
  4. Pendidik
  5. Peneliti
  6. Jelaskan fungsi bidan sesuai dengan peran dan fungsinya sebagai :
  7. Pelaksana
  8. Pengelola
  9. Pendidik
  10. Peneliti
  11. Jelaskan hal-hal apa saja yang menjadi tanggung jawab seorang bidan dalam melayani masyarakat !

DAFTAR PUSTAKA

  1. Asrinah, Shinta Siswoyo, Dewie, Irna Syamrotul, Dian Nirmala. Konsep kebidanan. Yogyakarta : Graha Ilmu. 2010. P. 31-42.
  2. Sari, Rury Narulita. Konsep kebidanan. Yogyakarta : Graha Ilmu. 2012. P. 115-21.
  3. Hidayat, Asri. Catatan kuliah konsep kebidanan plus materi bidan delima. Yogyakarta : Mitra Cendekia Press. 2009. P. 71-81.

 

Dipublikasi di Tanpa kategori | Meninggalkan komentar

​13 Langkah Mencapai IPK Tinggi Agar Kamu Lulus “Cum Laude”

Lulusan dengan IPK Cumlaude yang membanggakan untuk diri sendiri dan orang tua.

by Nindyaning Puspamelati
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) saat kuliah menentukan sekali untuk kelulusan seseorang. Memang sebaiknya jangan jadi mahasiswa Kupu-kupu/Kuliah Pulang-Kuliah Pulang. Banyak yang berprinsip untuk apa lulus Cumlaude namun tidak bisa apa-apa. Tapi bukan berarti juga menyepelekan nilai-nilai kita begitu saja. Karena betapa bangganya orang tua saat wisuda tersebut anaknya sebagai Mahasiswa dengan prestasi nilai Cumlaude. Siapa yang tidak bangga dengan hal seperti itu?
Berikut ini tips untuk mendapatkan Nilai Cumlaude namun tidak sekedar Cumlaude.
1. Buat Tulisan di Buku dan Kertas di Tembok
Tidak ada kata terlambat untuk memulai. Membuat tulisan di secarik kertas tentang harapan-harapan yang ingin diwujudkan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Tulisan tersebut bisa kalian tulis dalam buku harian atau dalam sebuah kertas dan di tempel di dinding. Sehingga setiap kali kalian melihat kalian akan terus termotivasi untuk mewujudkannya. Buat harapan tersebut secara detail, seperti “Lulus Percepatan (2,5 Tahun/3.5 Tahun) Cumlaude dengan IPK >3.5”.
2. Kosongkan Pikiran Saat Menerima Materi
Materi-materi yang pernah kita dapatkan saat SMA kemungkinan akan dibahas lagi dalam perkuliahan. Ini yang membuat kebanyakan dari kita terlalu merehkan dengan materi-materi tersebut. “Ah udah pernah”. Tapi sebaiknya coba kosongkan pikiran kita saat menerima ilmu, ibarat
    Gelas Kosong yang Siap Menerima Air Untuk di Isi 
Karena ketika kita mengosongkan pikiran kita tersebut, kita akan siap menerima materi-materi apapun. Apalagi Pendidikan semakin luas dan berkembang. Kemungkinan dibangku kuliah kita akan mendapatkan materi baru, meskipun kita sudah pernah mendapatkan materi tersebut sebelumnya.
3. Kerjakan Tugas yang di Berikan Dosen Tepat Waktu
Kadang kita sering mengeluh terhadap tugas-tugas yang diberikan Dosen ataupun Asisten. Hingga akhirnya kita malas untuk mengerjakan tugas tersebut. Sebenarnya malas karena kita belum paham dengan materinya, atau tugas yang terlalu banyak. Baru melihat soalnya kita sudah malas untuk mengerjakan, ini yang menyebabkan tugas-tugas kita ngaret untuk dikumpulkan. Padahal sebenarnya Dosen kita memiliki waktu tersendiri dan sudah memperhitungkan kapan tugas tersebut dapat dikumpulkan. Usahakan mengumpulkan tugas tepat waktu, karena itu juga berpengaruh pada penilaian nantinya.
4. Tonjolkan Diri Selama Perkuliahan
Sama saat kita TK sampai SMA, ketika ada dosen yang memberikan pertanyaan dan menginginkan mahasiswanya untuk maju kedepan menyelesaikan pertanyaan/soal, maka itu memiliki nilai tambah tersendiri bagi dosen. Jangan pernah malu, jangan pernah takut salah. Jika ada kesempatan itu gunakan sebaik-baiknya. Kalau memang pekerjaan kita salah pasti akan dikoreksi bersama dengan dosen dan teman-teman lainnya. Yang penting coba tonjolkan diri kalian. Bisa dikatakan cari muka, tapi ke arah yang positif loh yah. Apalagi jika dalam satu kelas banyak yang bersemangat untuk Maju kedepan kelas mengerjakan soal, pasti Dosen kalian juga akan memberikan penilaian yang baik untuk kelas secara keseluruhan.
5. Bertanya Jika Belum Paham
Jangan pernah takut dikatakan Bodoh. Jika memang belum paham tanyakan. Jangan pernah malu dengan teman sendiri, karena kemungkinan saat kamu bertanya, ada juga teman kalian yang belum paham dengan materi yang disampaikan Dosen/Asisten.
6. Jangan Bolos
Absensi sangat berpengaruh pada penilaian attitude kita. Bukan kaya sinetron yang kuliah-pacaran-pulang-nongkrong. Saat kuliah kita ga bisa melakukan hal tersebut. Jika dipikir secara logika, ketika kita bolos kuliah tidak akan tahu informasi apa yang disampaikan dosen. Padahal kemungkinan bisa saja Dosen memberikan Kisi-kisi untuk ujian. Kan Rugi kalau kita terus-terusan bolos tanpa tahu apapun.
7. Buat Catatan yang Lengkap
Usahakan memiliki buku catatan seperti saat SD sampai SMA, dimana setiap mata kuliah memiliki satu buku catatan. Jika kita menggunakan Binder File tidak akan tertata dengan baik isi catatan kita. Kecuali kalau kalian terbiasa menggunakan Binder File.
Pengelompokan buku catatan sesuai dengan mata kuliah dapat membantu kita untuk mempelajari materi perkuliahan dengan baik. Catatan yang lengkap juga sangat berpengaruh terhadap pemahaman kita. Karena jika kita hanya mempelajari dari Power Point dosen suatu saat kita akan lupa.
Buat tulisan dengan pulpen warna yang berbeda untuk membuat catatan agar lebih rapi. Warna pada catatan dapat digunakan untuk menggolongkan suatu materi. Catat apa yang disampaikan dosen dan materi tersebut tidak ada di Power Point.
8. Coba Ikuti Program Beasiswa
Ketika kita mengikuti program Beasiswa, otomatis kita akan terpacu untuk tetap stabil atau meningkatkan IPK kita. Tapi jika memang tidak sanggup untuk mengikuti program Beasiswa tersebut, karena tersendat pada persyaratan-persyaratannya kita bisa mengikuti kegiatan yang dilakukan teman-teman penerima Beasiswa.
9. Aktif di BEM/UKM/Asisten Dosen/Praktikum
Menjadi mahasiswa aktif adalah pilihan. Tak jarang banyak mahasiswa aktif di organisasi kampus namun justru membuat IPK turun. Jika tidak sanggup menjadi anggota pengurus BEM kita bisa menjadi anggota UKM. Pilih UKM sesuai Hobi kita, karena kita akan berkembang bersama UKM tersebut dan tidak akan terbebani.
Selain itu menjadi Asisten Dosen/Asisten Praktikum juga sangat menguntungkan. Meskipun kita akan banyak menghabiskan waktu di kampus, namun kita akan terus belajar pada materi-materi yang ada. Tidak hanya akan mendapatkan Gaji tapi nilai Praktikum serta Mata Kuliah pendukungnya pun juga akan baik.
10. Atur Waktu Sebaik Mungkin
Gampang-gampang sulit untuk mengatur waktu saat kuliah. Jika pagi hari harus mengikuti perkuliahan, dan siang sampai malam harus mengikuti Praktikum, usahakan saat malam kita masih bisa mengerjakan Tugas dari Dosen. Jika di siang hari ada jam kosong, gunakan waktu untuk istirahat 15-30 menit untuk Tidur juga sangat cukup.
11. Menjelang Ujian, Cari Soal-soal Tahun Sebelumnya di Perpustakaan
Soal-soal ujian yang dibuat biasanya memiliki perbedaan sedikit, bahkan ada juga yang sama. Semua tergantung Dosennya. Jika Dosen Mata kuliah kita sama dengan Tahun-tahun Sebelumnya, kemungkinan soal-soal ujiannya tidak jauh dari soal yang pernah dikeluarkan.
Biasanya Perpustakaan kampus memiliki arsip soal-soal tersebut. Minta izin dengan pihak perpustakaan untuk fotokopi soal tersebut. Atau jika Smartphone kita sudah canggih kita bisa foto soal tersebut, sehingga kita tidak mengeluarkan uang untuk fotokopi.
12. Sering Sharing Materi dengan Teman
Sharing materi dengan teman kita tidak akan menghilangkan materi yang pernah kita dapat Kok. Jangan pelit-pelit yah!
Ketika kita seolah-olah menjadi dosen teman kita sendiri, tapi kita gunakan dalam bentuk diskusi bersama justru akan meningkatkan pengetahuan kita. Buat soal-soal sendiri dari materi kuliah dan bagikan dengan teman-teman yang lain, kerjakan bersama lalu cocokan hasilnya. Nanti akan terlihat mana yang kesulitan mengerjakan. Baru kita bantu penjelasan ulang materi yang teman kita belum pahami betul.
13. Tulis Kontrak Kuliah di Halaman Awal Catatan
Saat pertama kali masuk perkuliahan, biasanya setiap dosen memberikan Kontrak Kuliah. Seperti Prosentase penilaian, misal UTS 20%, UAS 30%, Tugas Besar 40%, Quiz 10%. Catat kontrak kuliah tersebut di halaman awal buku catatan. Dan biasanya ada kontrak-kontrak tambahan, semua tergantung masing-masing dosen. Misal seperti Terlambat 5 Menit tidak boleh masuk ruang kelas, atau Boleh memakai Sandal dan makan di kelas. Kontrak itu berpengaruh pada kedisiplinan kita.
Demikian Tips untuk kalian yang mau punya IPK Cumlaude tapi bukan hanya di angka saja. Selamat Mencoba yah!

Dipublikasi di Tanpa kategori | Meninggalkan komentar

​:: ISTRI YANG TIDAK BERDANDAN

Suami Wajib Baca..

SUAMI: Assalamualaikum…
*IBU: Waalaikumsalam

lho Nak Kok Tumben Pulang Gak Bilang Bilang Mana ISTRIMU…??

SUAMI:ISTRI di Rumah BU, Saya Gak Bilang ke ISTRI kalau Mau ke Sini HeHeHe…

IBU: lho Kenapa…? Ya Gak Boleh lho Kyak Gitu..??

SUAMI: Bu Saya Mau Tanya, Se Sibuk Itukah Jadi IBU Rumah Tangga…??

IBU: Kenapa…?? Kamu Ada Masalah Sama ISTRIMU..??

SUAMI: Ya Saya Bingung Aja BU..??

Rumah Gak Pernah Beres…??

Tiap Malam Mengeluh CAPEK

Sedangkan Saya Yg Kerja Tiap Hari Aja Biasa Aja.

Yg Aneh Lagi BU kenapa ISTRI Saya Tidak Pernah BERDANDAN. Padahal Itu Kan sebuah keWajiban Istri Harus Terlihat Cantik di Depan SUAMI. Saya Liat IBU Kok Biasa Aja Gak Pernah Sesibuk ISTRI Saya.
IBU: Nak, Dengar IBU Baik-Baik

Pekerjaan IBU Rumah Tangga Memang Tidak Banyak.

Hanya Berkutat Pada Membersihkan Rumah

Memasak

Dan Menggurus Anak.

Tapi Pekerjaan Itu Sungguh Menguras Tenaga dan Pikiran.

Coba Liat Mana Pernah ISTRIMU Mengerjakan Suatu Pekerjaan Sampai Selesai…?

Yg ISTRIMU Lakukan Pasti Mengerjakan Beberapa Pekerjaan Dalam Satu Waktu.

Karena Apabila Tidak Seperti Itu Tidak Akan Selesai-Selesai.

SUAMI: Tetapi Kenapa Rumah Jarang Sekali RAPI…??

IBU:

Karena ISTRIMU Lebih Memprioritaskan Anak-Anakmu Dari Pada Segalanya.

Sedangkan Pekerjaan Mengurus Anak Memang Sangat Menyenangkan.

Tetapi Membutuhkan Kesabaran Dan Ketelatenan yg Ekstra.

Agar Anak-Anakmu Tidak Jatuh

Tidak Nangis

Dan Mendapatkan Perhatian Yg Cukup dari IBUNYA.

Jadi Pantas Lah Kalau Tiap Hari ISTRIMU Mengeluh CAPEK.

Tetapi Sesungguhnya Hanya di Bibir Saja.

Dia Mengeluh CAPEK Karena Sebetulnya Dia Hanya Memancingmu.

Untuk Meminta Sedikit Perhatianmu di Waktu Senggangnya.

Ketika Buah Hati Kalian Telah Tertidur PULAS.

SUAMI: Tetapi BU, Tidak Sempatkah Dia MERAWAT DIRINYA Sebentar Saja.

Dulu Saja Sering Sekali

Yg Luluran Lah

Yg Facial Lah

Yg SPA Lah.

IBU: He He He Anakku Anakku Sejatinya Seorang Wanita Itu Sangat Suka Di Manja.

Tidak Ada Wanita Mana Pun Yg Menolak Untuk

Facial

Luluran

Apalagi SPA.

Tapi Kembali Lagi Ketika ISTRIMU Baru Saja Membuka Perlengkapan Tempurnya (Baca: KOSMETIK).

Tiba Tiba Terdengar Anakmu Menangis.

Dan Akhirnya Tidak Jadi Lah Dia Merawat DIRINYA.

Jangankan Luluran Bagi Seorang IBU Rumah Tangga Yg Punya Anak Kecil.

Guyuran Air Mandi Saja Sudah Menjadi Obat Bagi CAPEK Yg Dia RASAKAN.
Jadi Jangan Sekali Kali Kau Banding-Bandingkan ISTRIMU apalagi Dengan Teman Kerjamu Atau Wanita Lain Yg Terlihat Begitu CANTIK Dengan Polesannya.

Dia Sudah Berkorban Merelakan Waktu Yg Paling Dia Senangi Untuk Mengurus Anak-Anakmu Dan Kamu.

Kamu Melihat IBU Biasa Saja Karena Memang Anak IBU Sudah Besar-Besar.

Begitu Juga Dengan ISTRIMU Nanti Ketika Anak Kalian Sudah Besar.

Dia Akan Lebih Memperhatikan Dirinya Dan Merawat Diri Lagi.

INGAT Nak Pesan IBU
Tundukan pandanganmu saat melihat wanita lain, jika tdk kau tundukan pandangan maka diluar sana kamu akan selalu melihat keindahan sedangkan kekurangan selalu berada pada istrimu, Bersabarlah nak Jangan Sampai Kau Tergoda Dengan Perempuan Lain Hanya Karena ISTRIKMU Tidak BERDANDAN.

Besabarlah , ibarat tulang yg bengkok tdk bisa dipaksa lurus kecuali dgn kelembutan.
Sayangi ISTRIMU, Luangkan Sedikit Waktu Untuk dia Mengusir Kelelahan dan Kepenatannya

Dipublikasi di Tanpa kategori | Meninggalkan komentar

Aku Milik Suamiku, Sedang Suamiku Milik Ibunya.

​Assalamu’alaikum…Muhasabah Istri :
ANTARA AKU,

SUAMIKU,

IBU MERTUAKU

Nasehat Inspiratif :

Maa Syaa Allah, Terharu Membacanya.

Semoga Jadi Renungan Buat Kita Semua.

Aku Milik Suamiku, 

Sedang Suamiku Milik Ibunya.

●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●○●
● Aku selalu ingat bahwa dia, Adalah wanita yang mengandung suamiku dalam kepayahan selama 9 bulan.…
● D/ia, Adalah wanita yang air susunya menjadi makanan pertama bagi suamiku. …
● Dia, Wanita yang mendidik dan membesarkan calon suamiku, Yang mengajarkan kepada suamiku akhlaq sehingga aku nyaman di sisi suamiku saat ini.…
● Aku, Tidak pernah keluar uang sepeserpun untuk menyekolahkan suamiku, Hingga ia dapat ijazah, Pengetahuan dan pengalaman hidup, yang sekarang semua itu ia gunakan untuk mencari nafkah, Untuk menafkahi aku…
● Aku, Tidak sedikitpun mendidik suamiku hingga kini ia jadi lelaki yang penuh tanggungjawab, Dan aku merasakan bahagia bila kelak menjadi istrinya dan berbakti kepadanya.…
● Setelah pengorbanannya yang bertubi tubi, Anak laki-lakinya menikah denganku, Dia bagi kasih sayang anaknya denganku.…
● Cemburu? 

Pasti dia cemburu. Aku wanita asing, Yang kini selalu disayang-sayang oleh anak laki lakinya.…
● Harta anak laki-lakinya tercurah untuk kunikmati, Padahal ia yang melahirkan dengan bertaruh nyawa, Membesarkan dan mendidik Calon suamiku.…
● Aku memahami cemburu itu, Walau aku pun merasakan cemburu ketika suamiku lebih memihak mertuaku. Namun aku selalu ingat bahwa “Aku milik suamiku, sedang suamiku milik ibunya”.…
● Adakalanya aku marah, Cemburu dan sakit hati. Namun aku ingat mungkin calon mertuaku pun terkadang merasakan hal yang sama. Namun lagi-lagi aku pun ingat semua jasanya pada suamiku, Jasa yang sampai akhir hayat-pun aku tidak akan mampu membayarnya.…
● Terlebih jika calon mertuaku adalah seorang yang baik serta memperlakukan aku seolah putri kandungnya sendiri.…
● Terlebih jika aku ingat saat mertuaku selalu mengingatkan suamiku agar jangan memarahi apalagi membentak serta memperlakukan aku, istrinya ini, dengan sebaik-baik perlakuan dan akhlaq.…
● Maka sangatlah tidak pantas jika aku menghadapkan suamiku pada kondisi yang mengharuskannya memilih antara aku dan ibunya.…
● Pada ujung tangisku, terngiang nasehat ibundaku tercinta : 

“Nak, dukunglah suamimu untuk berbakti pada ibunya. Jangan suruh ia memilih antara kau dan ibunya. Karena, Kelak kau akan merasakan bagaimana sakitnya diperlakukan seperti itu oleh anak laki lakimu. Apa yang kau lakukan pada mertuamu, Akan dilakukan pula oleh menantumu. Segala sesuatu pasti ada timbal baliknya..”…
●Duhai calon suamiku, 

Bahagiakanlah orang tuamu semampumu, Insya Allah akan aku dukung dirimu dalam berbakti pada orang tuamu, Terlebih pada ibundamu.…
● Semoga kelak anak-anak kita pun membahagiakan kita, Sebagai balasan baktimu pada orang tuamu. Selagi mereka masih hidup, belum tentu hari esok mereka tak ada.…
● Duhai calon suamiku… 

Bantulah aku untuk bersabar dan mencintai ibundamu tanpa kenal lelah. Seperti aku yang dengan tulus mencintaimu.…
● Jangan sampai kita merasakan kerinduan pada mereka yang telah membuat hari-hari kita repot dan kadang mengeluh saat membantunya.… 
● Mereka tak akan lama, merepotkan kita… Bersabar adalah cara terbaik yang Allah berikan, Ikhlaslah karena balasannya surga bagi kita.…
Aamiin Allahumma Aamiin…

_______________________

Dipublikasi di Tanpa kategori | Meninggalkan komentar

​KU MENCINTAIMU UTUH TAK TERSENTUH…

.

Jika ada yang bertanya, bagaimana aku memandang perkara jodoh,

maka akan ku jawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..

.

Jodoh dan kematian adalah rahasia-Nya yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan indah dalam tiap lembar daun di lauhul mahfuzh.. Lalu apa yang ku khawatirkan? Dan kenapa pula ku harus mengejar?

Tidak, aku tak sudi..

.

Ku katakan padamu wahai para wanita perhiasan terindah dunia..

Jangan pernah mengobral murah kehormatanmu untuk hal yang kau sendiri tak yakin kehakikiannya? Pahamkah maksudku?

Ku tanya padamu, pernahkah kau jatuh cinta? Ku akui, akupun juga…

Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu.. Rasa yg entah akan berlabuh di mana?

Lalu pikirkan, jika dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, membuatmu menangis karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu, atau bukan kau yang dia pilih? Tak malukah? Tak malukah?

Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menaruh separuh hatimu pada lelaki lain…

Wahai para lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah?

Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya.

Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah? Tak cemburukah?

Sekuat apapun usaha kalian jika tak sejalan dengan kehendak-Nya, maka tak akan pernah terjadi.. .

Lalu, buat apa kau mubazirkan waktumu? Untuk apa Kau kuras energi? Untuk apa kau habiskan airmatamu? Untuk orang yang belum tentu menjadi milikmu? Untuk apa?

.

Dan ku katakan padamu….

Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku…

.

Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan..

.

.

📝 Barakallahufiikum

Dipublikasi di Tanpa kategori | Meninggalkan komentar

Mengapa Wanita Begitu Spesial?

Ketika Tuhan menciptakan wanita,
Malaikat datang dan bertanya “ Mengapa begitu lama Tuhan?”

Tuhan menjawab, “Sudahkah kamu lihat semua detil yg Aku ciptakan untuknya?”

“2 tangan ini harus bisa selalu dibersihkan, setidaknya terdiri dari 200 bagian yg bisa digerakkan dan berfungsi baik agar dapat mengolah berbagai jenis makanan…

Mampu memberikan kenyamanan bagi anak2nya…

Punya pelukan yang menyembuhkan rasa sakit hati dan keterpurukan…

Dan semuanya cukup dilakukan dgn kedua tangan ini…

Malaikat takjub, “hanya dgn 2 tangan ini?…”

“Tetapi Tuhan, Engkau membuatnya begitu halus dan lembut”

“Ya.. Aku membuatnya begitu lembut. Tapi kamu blm bisa bayangkan kekuatan yang Aku berikan kepadanya agar ia bisa mengatasi banyak hal yang luar biasa”

“apakah dia bisa berpikir?” tanya malaikat

Tuhan menjawab “Tidak hanya berpikir, dia juga mampu bernegosiasi dan mengutarakan pendapatnya”

Malaikat itu menyentuh dagunya..

“Tuhan,Engkau buat ciptaan ini kelihatan lelah & rapuh, seolah banyak sekali beban untuknya”

“Itu bukan kerapuhan, itu air mata. Aku berikan padanya supaya dia bisa mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan dan rasa bangga”

“Engkau memikirkan segala sesuatunya. Wanita ciptaanMu ini sungguh menakjubkan!”

“Ya..Harus! Wanita ini mempunyai kekuatan utk mempesona laki2…

Dia dapat mengatasi beban hidup, mampu menyimpan kebahagiaan & pendapatnya sendiri…

Mampu tersenyum bahkan ketika hatinya menjerit…

Mampu tertawa saat hatinya menangis…

Dia bisa berkorban demi orang2 yg dikasihinya…

Dia bisa melawan ketidakadilan…

Dia bersorak saat melihat kawannya bahagia…

Hatinya terluka saat melihat kesedihan…

Dia tahu sebuah ciuman&pelukan dapat menyembuhkan luka…

CINTANYA TANPA SYARAT!”

Malaikat sangat kagum.“Lalu apa kekurangannya?”

Tuhan menjawab ”hanya satu hal..

Dia terkadang lupa betapa BERHARGAnya dia…

Dipublikasi di Tanpa kategori | Meninggalkan komentar